Powered By Blogger

Senin, 21 Desember 2009

SIAPA SANGKA, TERNYATA SEORANG SINGA PADANG PASIR PUN DAPAT MENETESKAN AIR MATA???


Siapa yang tak kenal dengan Singa Padang Pasir? Salah seorang dari ribuan sahabat Rasulullah, dia adalah Umar bin Khattab. Tertulis dalam ribuan buku sejarah semua serempak menuliskan biografi seorang Umar bin Khattab adalah sosok pemberani, gagah perkasa dan disegani oleh kawan maupun lawan. Bahkan dalam suatu saat Nabi menyebutkan bahwa syeitan pun segan padanya, sampai-sampai manakala Umar melewati suatu jalan dimana syeitan ingin melewatinya, ketika dia (syeitan) melihat Umar berjalan disitu, syeitan pun menghindar dan memilih jalan lain. Begitu banyak kisah yang menceritakan kehidupan, akhlak dan keseharian Umar bin Khattab, tentunya keperkasaannyalah yang selalu menjadi topik utama. Namun disamping itu, siapa yang menduga ternyata seorang Singa Padang Pasir pun bisa menetes air matanya. Ini adalah ironi tragedi yang sulit untuk dapat dicerna akal dalam realita kehidupan bumi seribu satu malam. Mengpa??


Suatu ketika Umar bin Khattab meminta izin untuk mengunjungi Rasulullah. Ketika ia melangkahkan kakinya kedalam kamar tidur Nabi, Umar mendapati Rasulullah sedang beristirahat berbaring diatas tikar yang sangat kasar, sebagian tubuh Beliau berada diatas tanah dan Beliau berbantalkan pelepah kurma yang amat keras. Lalu Umar berkata; "aku ucapkan salam untukMu... wahai Nabi. Aku tak kuasa menahan tangis, tak terasa air mataku tak terbendung dan akhirnya menetes perlahan.



Rasul yang mulia pun bertanya; "mengapa engkau menangis hai Umar? "lalu Umar menjawab; "bagaimana aku tidak menangis, tikar ini telah menimbulkan bekas di tubuhMu ya Rasul... padahal engkau adalah Nabi Allah, engkau kekasihNya. Kekayaanmu adalah apa yang aku lihat sekarang, padahal jauh diluar sana seorang raja bahkan seorang mentri pun duduk diatas singgasana dan tidur dengan beralas berbantalkan sutera".


Nabi menjawab; "mereka telah menyegerakan kesenangannya sekarang juga, sebuah kesenangan yang akan cepat berakhir. Kita adalah kaum yang menangguhkan kesenangan kita untuk hari akhir. Perumpamaan hubunganku dengan dunia seperti orang yang bepergian pada musim panas, manakala ia tak kuasa menahan terik matahari ia pun berteduh sejenak di bawah naungan pohon, kemudian berangkat dan meninggalkannya".


Subhanallah, Nabi memberi perumpamaan yang simpel dan mudah dicerna akal. Dunia adalah tempat pemberhentian sementara, tempat berhenti sejenak untuk mencari bekal dan untuk kemudian kita meneruskan perjalanan yang seungguhnya.

Ketika anda pergi ke Belanda, biasanya pesawat akan transit di singapura. Atau ketika anda pulang dari Saudi Arabia, biasanya pesawat anda mampir sejenak di Abu Dhabi. Begitu pula dunia ini. Apakah ketika anda transit anda akan menghabiskan perbekalan anda? apakah anda akan tinggal selamanya disana? dimanakah tujuan anda sebenarnya? Akhirat kah itu??? Surga kah itu???

Ketika anda tengah shoping, pesawat tiba2 memanggil anda untuk segera meneruskan perjalanan anda. Ketika anda sedang terlena dan sibuk dengan dunia ini, tiba2 Allah memanggil anda untuk kembali pulang kesisiNya. Perbekalan anda telah habis. Tangan anda penuh dengan bungkusan dosa. Lalu apa yang akan anda bawa untuk perbekalan diPadang Mahsyar??

Sisakan kesenangan anda di dunia ini untuk bekal akhirat, dalam seminggu 7 hari mengapa anda tidak meluangkan waktu dua hari saja untuk menahan nafsu, menahan lapar dan dahaga. Dalam satu kali 24 jam mengapa anda tidak meluangkan waktu kurang dari 15 menit untuk sholat 5 waktu, dan beberapa menit untuk membaca Al-Qur'an atau beberapa jam untuk berdakwah kepada kerabat terdekat. Dalam 8 jam anda tertidur pulas mengapa tidak anda luangkan waktu anda setidaknya 15 menit untuk sholat Tahajud.


"Celupkan telunjukmu kedalam lautan" saran Nabi ketika salah seorang sahabat bertanya tentang perbedaan dunia dan akhirat. "air yang ada di jari telunjukmu itu adalah dunia, dan sisanya adalah akhirat". Bersiaplah, untuk menyelam kedalam lautan Akhirat, siapa tahu sebentar lagi Allah akan memanggil kita....... 
Dan bila saat panggilan itu tiba menghampiri kita, jangankan untuk beribadah..................
Untuk menangis pun kita tak akan bisa....

Ingatlah kawan, tidak pernah ada kata terlambat untuk berbuat kebaikan, bila terlanjur berbuat dosa? selagi kita masih hidup, Allah masih mempersilahkan kita untuk bertaubat. Bila terlanjur meninggalkan sholat, Allah masih menunggu kita untuk menyaksikan kita menebus kesalahan dengan mengQodo' nya......


Fa'tabiruu..... yaa Uulul albaab....

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

free comment